Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
Kau tak akan terganti
kucing aja tau
“Kucing aja tau elo lagi nyebelin.” Begitulah kira-kira ungkapan salah seorang teman mengomentari sikap saya yang akhir-akhir ini katanya bawel dan galak. Hehehe…Komentar itu lucu sekaligus menggelitik. Membawa saya kembali membayangkan ulah seekor kucing di kost yang manjanya minta ampun. Nama kucing itu adalah stabi, yang konon adalah kucing peranakan karena bulunya yang cukup tebal. Stabi, panggilan dari saya dan roommate saya untuk kucing berwarna putih kuning itu berawal saat menemukannya di depan pagar kost. Mukanya terlihat cantik padahal sesungguhnya dia adalah kucing jantan. Saat itu wajahnya yang berwarna putih tampak lucu dengan coretan stabilo berwarna hijau di dahinya. Saya dan roommate saya pun tertawa kencang melihatnya. Jadilah hari itu, roommate saya resmi mengadopsi stabi menjadi kucing kost. Jujur saya tidak begitu suka memegang kucing, begitupun dengan stabi. Cukuplah dengan memberi makan whiskas setiap hari, tanpa perlu membelainya. (pencinta kucing macam apa ini??). Mungkin akhir-akhir ini stabi dengan insting mamalia merasakan bahwa hati saya sedang galau. Untuk pertama kalinya saya hat trick dicakar stabi. Setelah itu dia mengejar sampai pagar kost dan berdiri menatapi saya dari keajauhan sambil mengeong layaknya kucing kehilangan induk. Saya pun menoleh, melihatnya berdiri dan berharap (mungkin) saya kembali. Tapi tidak, saya kembali meneruskan perjalanan ke kantor. Esok harinya stabi lenyap, bahkan batang hidungnya tidak terlihat. Saya sempat mengeluhkan soal stabi ini kepada roommate saya, dan dia hanya tertawa mendengar kelakuan kucing satu itu. Kemudian saya pun bercerita kepada teman-teman saya di kantor. Jawaban mereka. “Kucing aja tau elo lagi nyebelin…hahaha,” ujar salah seorang teman. Sial..hmm..tampaknya saya memang lagi menyebalkan akhir-akhir ini.
Komentar Terakhir